Surga, Kenikmatan dan Keindahan di Dalamnya

Kemuliaan dan Keagungan Syurga

Surga adalah negeri kemuliaan yang abadi, negeri yang penuh dengan kenikmatan yang sempurna, yang tak ada cela sama sekali. Berbagai kenikmatan telah Allah ta’ala persiapkan di sana. Dalam hadits qudsi, Allah subhanahu wata’ala berfirman:

“Aku telah persiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh kenikmatan yang tak pernah dilihat mata, tak pernah terdengar oleh telinga, dan tak pernah terbetik di hati manusia.”

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Kalau mau, silakan kalian baca :

“Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka. (as-Sajdah: 17)’.”

(HR. al-Bukhari no. 3244)

Akan tampak agungnya nikmat surga ketika dibandingkan dengan kesenangan duniawi. Kesenangan dunia dibandingkan dengan kenikmatan akhirat sangatlah rendah. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

“Tempat cemeti salah seorang kalian di surga lebih baik daripada dunia dan seisinya.”

(HR. al-Bukhari no. 3250)

Oleh karena itu, masuk surga dan selamat dari neraka adalah kesuksesan yang agung, kemenangan yang besar. Allah ta’ala berfirman:

“Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung.” (Ali Imran: 185)

“Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar, itu adalah keberuntungan yang besar.”

(at-Taubah: 72)

Setiap muslim pastilah merindukan surga. Merindukan berbagai kenikmatan yang telah dipersiapkan oleh Allah ta’aladi sana.

Untuk semakin menambah keimanan kita tentang surga dan menambah kerinduan kita kepadanya sehingga semakin bersemangat beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala, maka kami akan paparkan sekelumit pemandangan surga dan berbagai kenikmatan yang telah disebutkan Allah ta’ala dan Rasul-Nya.

SIFAT-SIFAT SURGA

Di dalam al-Qur’an dan as-Sunnah telah banyak disebutkan sifat surga. Dalam kesempatan ini, akan kami sebutkan beberapa di antaranya.

Luas Surga

Allah Ta’ala telah menjelaskan tentang luas surga dalam firman-Nya:

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.”

(Ali Imran: 133)

Surga Bertingkat-Tingkat

Telah ada dalam nash yang sahih bahwa surga ada seratus tingkat, jarak antar tingkat sejauh langit dan bumi. Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhuma, dari Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam yang bersabda:

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِهِ بَيْنَ الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ

“Sesungguhnya di surga ada seratus tingkat yang dipersiapkan bagi para mujahidin di jalan-Nya. Jarak antatingkat seperti jarak bumi dan langit.”

(HR. al-Bukhari no. 2790)

Pintu-Pintu Surga

Pintu surga ada delapan, salah satunya bernama Rayyan. Dari Sahl bin Sa’d radhiallahu’anhu, dari Nabi shallallahu’alaihi wasallam yang bersabda:

فِى الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ لاَ يَدْخُلُهُ إِلاَّ الصَّائِمُونَ

“Di surga ada delapan pintu. Ada pintu yang dinamai Rayyan, tidak ada yang masuk melalui pintu tersebut melainkan orang-orang yang puasa.”

(HR. Buhari: 3257)

Akan ada orang yang dipanggil untuk masuk dari semua pintu, di antara mereka adalah Abu Bakr.

(lihat Shahih al-Bukhari no. 1879 dan Shahih Muslim no. 2418)

Penjaga Surga

Allah ta’ala berfirman:

“Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka dibawa ke dalam surga berkelompok-kelompok (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedangkan pintu-pintunya telah terbuka, berkatalah penjaga-penjaganya kepada mereka, “Keselamatan (dilimpahkan) untuk kalian. Berbahagialah kalian! Masukilah surga ini, kalian kekal di dalamnya.””

(az-Zumar: 73)

Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam berkata:

آتِى بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَسْتَفْتِحُ فَيَقُولُ الْخَازِنُ: مَنْ أَنْتَ؟ فَأَقُولُ: مُحَمَّدٌ. فَيَقُولُ: بِكَ أُمِرْتُ لاَ أَفْتَحُ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ

Aku mendatangi pintu surga dan minta untuk dibukakan. Penjaga surga pun berkata, “Siapa kamu?” Aku menjawab, “Muhammad.” Penjaga surga berkata, “Aku telah diperintah membukanya untukmu, dan aku tidak boleh membukanya untuk orang lain sebelummu.”

(HR. Muslim no. 507)

Ayat dan hadits di atas menunjukkan bahwa surga ada penjaganya dari kalangan malaikat.

Yang Pertama Masuk Surga

Orang yang pertama masuk surga adalah Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam dan umat pertama yang masuk surga adalah umat beliau. Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, ia berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

آتِى بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَسْتَفْتِحُ فَيَقُولُ الْخَازِنُ: مَنْ أَنْتَ؟ فَأَقُولُ: مُحَمَّدٌ. فَيَقُولُ: بِكَ أُمِرْتُ لاَ أَفْتَحُ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ

Aku mendatangi pintu surga dan minta untuk dibukakan. Penjaga surga pun berkata, “Siapa kamu?” Aku menjawab, “Muhammad.” Penjaga surga berkata, “Aku telah diperintah membukanya untukmu, dan aku tidak boleh membukanya untuk orang lain sebelummu.”

(HR. Muslim no. 507)

Dalil yang menyatakan bahwa umat Muhammad shallallahu’alaihi wasallam yang paling dahulu masuk surga adalah hadits:

نَحْنُ الْآخِرُونَ الْأَوَّلُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَنَحْنُ أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ

“Kita adalah yang terakhir (masanya di dunia), tetapi yang pertama di hari kiamat. Kitalah yang akan masuk surga lebih dahulu.”

(HR. Muslim)

Bangunan di Surga

Dari Ibnu Umar radhiallahu’anhuma :

سُئِلَ رَسُولُ اللهِ عَنِ الْجَنَّة: كَيْفَ هِيَ؟ قَالَ: مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ يَحْيَى لاَ يَمُوتُ، وَيَنْعَمُ لاَ يَبْأَسُ، وَلاَ تَبْلَى ثِيَابُهُ، وَلاَ يُبْلَى شَبَابُهُ. قِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، كَيْفَ بِنَاؤُهَا؟ قَالَ: لَبِنَةٌ مِنْ فِضَّةٍ، وَلَبِنَةٌ مِنْ ذَهَبٍ، مِلاَطُهَا مِسْكٌ، وَحَصْبَاؤُهَا اللُّؤْلُؤُ وَالْيَاقُوتُ، وَتُرَابُهَا الزَّعْفَرَانُ.

Rasulullah ditanya tentang surga, “Bagaimanakah surga?” Beliau menjawab, “Barang siapa yang masuk surga akan terus hidup tak akan mati, terus akan mendapatkan kenikmatan tidak akan susah, tak akan lapuk bajunya, dan tak akan hilang masa mudanya.” Ditanyakan, “Wahai Rasulullah, bagaimana bangunannya?” Beliau menjawab, “Ada yang batanya dari perak dan ada yang dari emas, (adukan) semennya adalah misik, kerikilnya adalah mutiara dan permata, dan tanahnya adalah za’faran.”

(HR. Ibnu Abi Syaibah dan dinyatakan sahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam tahqiq Misykatul Mashabih)

Kemah-Kemah di Surga

Allah ta’ala berfirman:

“(Bidadari-bidadari) yang pandangan mereka hanya kepada suami dipingit dalam kemah-kemah.”

(ar-Rahman: 72)

Dari Abu Bakr bin Abdullah bin Qais, dari ayahnya radhiallahu’anhu, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ خَيْمَةً مِنْ لُؤْلُؤَةٍ مُجَوَّفَةٍ، عَرْضُهَا سِتُّونَ مِيلاً

“Di surga ada kemah dari mutiara yang dilubangi, lebarnya enam puluh mil.”

(HR. al-Bukhari no. 4879)

Pasar di Surga

Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam berkata:

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ لَسُوقًا يَأْتُونَهَا كُلَّ جُمُعَةٍ فَتَهُبُّ رِيحُ الشَّمَالِ فَتَحْثُو فِي وُجُوهِهِمْ وَثِيَابِهِمْ فَيَزْدَادُونَ حُسْنًا وَجَمَالاً فَيَرْجِعُونَ إِلَى أَهْلِيهِمْ وَقَدِ ازْدَادُوا حُسْنًا وَجَمَالاً فَيَقُولُ لَهُمْ أَهْلُوهُمْ: وَاللهِ، لَقَدِ ازْدَدْتُمْ بَعْدَنَا حُسْنًا وَجَمَالاً. فَيَقُولُونَ: وَأَنْتُمْ وَاللهِ، لَقَدِ ازْدَدْتُمْ بَعْدَنَا حُسْنًا وَجَمَالاً

“Sungguh di surga ada pasar yang didatangi penghuni surga setiap Jumat. Bertiuplah angin dari utara mengenai wajah dan pakaian mereka hingga mereka semakin indah dan tampan. Mereka pulang ke istri-istri mereka dalam keadaan telah bertambah indah dan tampan. Keluarga mereka berkata, ‘Demi Allah, engkau semakin bertambah indah dan tampan.’ Mereka pun berkata, ‘Kalian pun semakin bertambah indah dan cantik’.”

(HR. Muslim no. 7324)

Sifat-Sifat Wanita Surga

Allah ta’ala dan Rasul-Nya telah menyebutkan sifat-sifat wanita surga, di antara sifat wanita surge :

• Akhlak dan Tubuh Mereka Telah Disucikan

Allah ta’ala berfirman:

“Bagi mereka istri-istri yang telah disucikan.”

(al-Baqarah: 25)

Asy-Syaikh Abdurahman as-Sa’di berkata, “Mereka disucikan akhlak dan tubuhnya. Lisan dan pandangan mereka telah disucikan.”

• Tidak Pernah Disentuh Pria Lain dan Tidak Memandang Pria Lain

Allah ta’ala berfirman:

“Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.”

 (ar-Rahman: 56)

• Usia Mereka Sebaya

Allah ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan. (Yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, wanita-wanita yang sebaya.”

(an-Naba: 31—33)

• Mereka Dijadikan oleh Allah subhanahu wata’ala sebagai Gadis

Allah ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya.”

(al-Waqiah: 35—37)

Tentang ayat ini, ada dua penafsiran:

1. Maksudnya adalah bidadari.

2. Yang dimaksud adalah wanita dari kalangan bani Adam, yakni Allah ta’ala kembalikan mereka menjadi gadis.

Dalam satu riwayat disebutkan,

“Pernah seorang wanita tua minta agar Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam mendoakannya masuk surga. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam berkata, ‘Wahai Ummu Fulan, surga tidak dimasuki wanita tua.’ Wanita itu pun kembali dan menangis. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam lalu berkata, ‘Kabarkan kepadanya, dia tak akan masuk surga dalam keadaan tua renta, karena Allah berfirman:

‘Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya.’

(al-Waqiah: 35—37).

(Dinyatakan hasan oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Mukhtashar asy-Syama’il)

 

Sifat-sifat di atas hanya sebagian kecil dari sifat wanita surga yang telah disebutkan oleh al-Qur’an dan as-Sunnah.

Makanan Ahli Surga

Allah ta’ala berfirman:

“Dan buah-buahan yang mereka pilih dan daging burung yang mereka inginkan.”

(al-Waqi’ah: 20—21)

Buah-Buahan di Surga Banyak dan Tidak Terputus

Allah ta’ala berfirman:

“Dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya, serta kasur-kasur yang tebal lagi empuk.”

(al-Waqi’ah: 32—34)

Allah ta’ala berfirman:

“Buah-buahannya dekat, (kepada mereka dikatakan), ‘Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu’.”

 (al-Haqqah: 23—24)

Dari Tsauban, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam berkata,

إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا نَزَعَ ثَمَرَةً مِنَ الْجَنَّةِ عَادَتْ مَكَانَهَا أُخْرَى

“Seorang penghuni surga jika memetik buah di surga, buah yang lain akan menempati tempatnya.”

(HR. ath-Thabarani, dinyatakan sahih dalam Jami’ ash-Shagir no. 1617 dan ash-Shahihah no. 1598)

 

Minuman Ahli Surga

Allah ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. (Yaitu) mata air (dalam surga) yang darinya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya.”

(al-Insan: 5—6)

Allah ta’ala berfirman:

“Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe. (Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil.”

(al-Insan: 17—18)

Abu Umamah radhiallahu’anhu mengatakan, “Seorang penghuni surga ingin meminum minuman. Datanglah ceret ke tangannya kemudian ia pun minum dan ceret tersebut kembali ke tempatnya.” (Dinyatakan mauquf oleh asy-Syaikh al-Albani)

Sungai di Surga

Allah ta’ala berfirman:

“(Apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?”

(Muhammad: 15)

Kenikmatan Tertinggi: Melihat Allah ‘azza wajalla

Kenikmatan penduduk surga yang paling agung adalah melihat wajah Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman:

“Wajah-wajah mereka itu berseri-seri karena melihat Rabbnya.”

(al-Qiyamah: 22—23)

“Bagi orang-orang yang berbuat baik al-husna dan tambahannya.”

(Yunus: 26)

Para ahli tafsir berkata, “Al-husna adalah surga. Tambahannya adalah melihat wajah Allah ta’ala.”

Dari Shuhaib, Nabi shallallahu’alaihi wasallam berkata,

إِذَا دَخَلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ -قَالَ- يَقُولُ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: تُرِيدُونَ شَيْئًا أَزِيدُكُمْ؟ فَيَقُولُونَ: أَلَمْ تُبَيِّضْ وُجُوهَنَا، أَلَمْ تُدْخِلْنَا الْجَنَّةَ وَتُنَجِّنَا مِنَ النَّارِ؟ قَالَ: فَيَكْشِفُ الْحِجَابَ فَمَا أُعْطُوا شَيْئًا أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنَ النَّظَرِ إِلَى رَبِّهِمْ عَزَّ وَجَلَّ، ثُمَّ تَلاَ هَذِهِ الآيَةَ: { ﭒ ﭓ ﭔ ﭕ}

Ketika penduduk surga masuk ke dalamnya, Allah ta’ala berfirman, ‘Kalian ingin Aku menambah (nikmat) untuk kalian?’ Penduduk surga pun berkata, ‘Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke surga dan menyelamatkan kami dari neraka?’ Rasulullah berkata, “Allah ta’ala membuka hijab (sehingga mereka melihat Allah). Tidaklah mereka diberi nikmat yang lebih mereka senangi selain melihat Rabb mereka.” Kemudian Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam membaca:

“Bagi orang-orang yang berbuat baik al-husna dan tambahannya (Yunus: 26).”

(HR. Muslim)

Demikianlah sebagian keindahan dan kenikmatan surga yang Allah ta’ala persiapkan.

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk penduduk surga-Mu!

Bersegeralah ke Surga Allah subhanahu wata’ala

Sahabat adalah generasi terbaik umat ini dan paling paham masalah agama, maka mereka adalah orang-orang yang paling semangat mendapatkan surga-Nya. Kita dapatkan banyak riwayat yang menunjukkan semangat para sahabat Rasulullah untuk mendapatkan surga walau dengan mengorbankan jiwa raga dan harta mereka. Di antara kisah tersebut adalah sebagai berikut.

• Kisah Anas bin Nadhr radhiallahu’anhu

Ketika di Perang Uhud, beliau melihat sebagian orang mundur. Namun, beliau tetap maju sembari berkata kepada Sa’d bin Mu’adz radhiallahu’anhu, “Wahai Sa’d, demi Rabb Nadhr, aku telah mencium wangi surga di dekat Uhud.”

Anas radhiallahu’anhu berkata, “Kami temukan di tubuhnya ada delapan puluh lebih tusukan pedang, tombak, atau panah. Kami dapati beliau telah meninggal dan dicacah oleh orang musyrikin. Tidak ada yang mengenalinya selain saudarinya.” (Muttafaq alaih)

• Umair bin al-Humam radhiallahu’anhu

Di Perang Badar, ketika Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam berkata, “Berdirilah kalian untuk mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi!”

Umair bin al-Humam al-Anshari radhiallahu’anhu berkata, “Wahai Rasulullah, surga yang luasnya seluas langit dan bumi?”

Rasulullah menjawab, “Ya.”

Umair berkata, “Bakh. Bakh.”

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam berkata, “Apa yang menyebabkan kamu berkata demikian?”

Umair radhiallahu’anhu berkata, “Tidak ada, demi Allah. Hanya saja aku ingin menjadi penghuninya.” Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam berkata, “Engkau termasuk penghuninya.”

Umair lalu mengeluarkan beberapa kurma dari wadahnya kemudian memakan sebagiannya dan berkata, “Kalau aku harus menghabiskan kurma-kurmaku ini, berarti hidup masih lama.” Beliau pun melemparnya dan memerangi musuh hingga meninggal. (HR. Muslim)

• Abu Dahdah radhiallahu’anhu

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam pernah berkata, “Betapa banyak kurma yang bergelantungan di pohonnya untuk Abu Dahdah di surga.” (Dinyatakan sahih oleh al-Albani dalam Shahih Jami’ush Shagir no. 4574)

Apa sebab beliau mendapat keutamaan ini? Dalam riwayat lain dijelaskan sebabnya. Ketika turun ayat:

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak?” (al-Baqarah: 245)

Abu Dahdah Radhiallahu’anhu berkata, “Wahai Rasulullah, Allah ingin meminjam dari kita?” Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menjawab, “Benar, wahai Abu Dahdah.” Abu Dahdah berkata, “Perlihatkanlah tanganmu kepadaku, ya Rasulullah, aku telah meminjamkan kebun kurmaku kepada Rabbku.” Ibnu Mas’ud berkata, “Kebun kurmanya berisi enam ratus pohon kurma.” (Dinyatakan sahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam takhrij Musykilatul Faqr)

• Wanita yang Sering Tidak Sadarkan Diri

Seorang wanita datang kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, aku sering tidak sadarkan diri (epilepsi) dan (ketika itu) tersingkap hijabku. Doakanlah aku agar disembuhkan oleh Allah.”

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam berkata, “Jika engkau mau bersabar, engkau akan mendapatkan surga. Namun, kalau memang engkau mau didoakan, aku akan mendoakanmu.”

Wanita tadi berkata, “Kalau begitu aku akan sabar.” (Muttafaq ‘alaih)

Marilah kita bersegera mengamalkan amalan yang mengantarkan ke surga Allah l, dengan meningkatkan tauhid, iman, dan ketakwaan kita kepada Allah l serta melakukan berbagai amalan yang telah dijanjikan dengan surga-Nya.

Wallahu a’lam.

Penulis : Al-Ustadz Abdurrahman Mubarak

http://asysyariah.com/pemandangan-surga-dan-kenikmatan-didalamnya.html

Satu Tanggapan

  1. جزاكم الله خيرا

Beri Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: