Makanan dan Minuman Para Penduduk Neraka

Betapa sangat banyak pengkabaran Allah dalam Alqur’an tentang makanan penduduk neraka, kengerian atasnya tidak pernah ditemukan dan dirasakan ketika di dunia. Beberapa dalil ayat Alqur’an yang mengabarkan tentang makanan penduduk an Naar :

Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّ شَجَرَةَ الزَّقُّومِ – طَعَامُ الاٌّثِيمِ – كَالْمُهْلِ يَغْلِى فِى الْبُطُونِ – كَغَلْىِ الْحَمِيمِ

Sesungguhnya pohon zaqqqum itu makanan orang yang banyak berdosa. (ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih didalam perut, seperti mendidihnya air yang amat panas.”

(Ad-Dukhan : 43-46)

Allah Ta’ala juga berfirman :

أَذَلِكَ خَيْرٌ نُّزُلاً أَمْ شَجَرَةُ الزَّقُّومِ – إِنَّا جَعَلْنَـهَا فِتْنَةً لِّلظَّـلِمِينَ – إِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِى أَصْلِ الْجَحِيمِ – طَلْعُهَا كَأَنَّهُ رُءُوسُ الشَّيَـطِينِ – فَإِنَّهُمْ لاّكِلُونَ مِنْهَا فَمَالِئُونَ مِنْهَا الْبُطُونَ – ثُمَّ إِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْباً مِنْ حَمِيمٍ – ثُمَّ إِنَّ مَرْجِعَهُمْ لإِلَى الْجَحِيمِ

“(Makanan surga) itulah hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum. Sesungguhnya kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim. Sesungguhnya ia adalah sebatang pohon yang keluar dai dasar neraka yang menyala. Mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan. Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu. Kemudian sesudah makan buah zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas. Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka Jahim.”

(as-Shafat:62-68)

Allah ta’ala berfirman :

ثُمَّ إِنَّكُمْ أَيُّهَا الضَّآلُّونَ الْمُكَذِّبُونَ – لاّكِلُونَ مِن شَجَرٍ مِّن زَقُّومٍ – فَمَالِـُونَ مِنْهَا الْبُطُونَ – فَشَـرِبُونَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيمِ – فَشَـرِبُونَ شُرْبَ الْهِيمِ – هَـذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّينِ – نَحْنُ خَلَقْنَـكُمْ فَلَوْلاَ تُصَدِّقُونَ

“Kemudian sesungguhnya kalian, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon zaqqum dan akan memenuhi perut kalian dengannya. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas. Maka kamu akan seperti unta yang sangat haus minum. Itulah hidangan untuk mereka pada hari pembalasan. Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan?”

(al-Waqi’ah:51-57)

Dikeluarkan oleh at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban dalam shahihnya dari hadits Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma, bahwa Nabi shallallahu’alaihi wasallam membaca ayat ini :

يأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُواْ اتَّقُواْ اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”

(Ali Imran: 102)

Ejekan Abu Jahal untuk mendustakan nabi shallallahu’alaihi wasallam tentang Zaqqum

Lalu beliau shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

وَلَوْ أَنَّ قَطْرَةً مِنَ الزَّقُّومِ قُطِرَتْ لَأَمَرَّتْ عَلى أَهْلِ الْأرْضِ عِيشَتَهُمْ، فَكَيْفَ بِمَنْ لَيْسَ لَهُ طَعَامٌ إِلَّا الزَّقُّومُ؟

“Seandainya setetes zaqqum menetes di dunia niscaya ia akan merusak kehidupan penduduk bumi. Lalu bagaimana jadinya dengan orang yang menjadikan pohon ini sebagai makanannya?!”

At-Tirmidzi berkata, “(Hadits ini berderajat) shahih.

Ibnu Ishaq berkata bahwa telah mengabarkan kepadanya hakim ibnu Hakim dari Ikrimah dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Ketika Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam menyebutkan pohon zaqqum, Abu jahal berkata, ‘Muhammad telah menakut-nakuti kita dengannya. Wahai orang-orang Quraisy, tahukah kalian apa pohon zaqqum yang disebut-sebut Muhammad untuk menakut-nakuti kalian?’

Mereka menjawab. ‘Tidak (kami tidak mengetahuinya)’ iIa berkata, ‘(Ia adalah) kurma ajwa yang ditambahi keju. Demi Allah, kalau aku mendapatinya, sungguh aku benar-benar akan mengoyak-oyaknya.’ Perihal kejadian ini Allah Ta’ala menurunkan firman-Nya :

إِنَّ شَجَرَةَ الزَّقُّومِ – طَعَامُ الاٌّثِيمِ

Sesungguhnya pohon zaqqqum itu makanan orang yang banyak berdosa.”

(Ad-Dukhan : 43-44)

Maksudnya, (gambaran pohon zaqqum ini) tidaklah seperti yang engkau (Abu Jahal) katakana, dan Allah subhanahu wata’ala pun menurunkan firman-Nya :

وَالشَّجَرَةَ الْمَلْعُونَةَ فِي الْقُرْآنِ وَنُخَوِّفُهُمْ فَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا طُغْيَانًا كَبِيرًا

“Dan pohon kayu yang terkutuk dalam Al-Qur’an dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.” (al-Isra’:60)1

Dari ma’mar dari Qatadah tentang firman Allah Ta’ala :

إِنَّا جَعَلْنَـهَا فِتْنَةً لِّلظَّـلِمِينَ

“Sesungguhnya kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai fitnah bagi orang-orang yang zalim.” (as-Shafat;63)

 

Abdur Razaq2 berkata, “Semakin bertambahlah pendustaan mereka ketika dikabarkan kepada mereka bahwa di dalam neraka itu ada sebuah pohon. Dia (Abu Jahal) berkata, ‘Dia telah mengabarkan bahwa di dalam neraka ada sebuah pohon, sedangkan pohon itu dapat terbakar api.’ Maka nabi shallallahu’alaihi wasallam mengabarkan kepada mereka bahwa makanan pohon itu berasal dari api.”

Al-Qur’an telah mengabarkan bahwa mereka akan memakan pohon zaqqum, sampai memenuhi perut-perut mereka, lalu mendidihlah pohon zaqqum itu di dalam perut-perut mereka sebagaimana mendidihnya air yang sangat panas. Kemudian setelah mereka memakannya, mereka meminum air yang sangat panas seperti minumnya unta yang sangat haus.

Allah ta’ala berfirman :

ثُمَّ إِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْباً مِنْ حَمِيم

Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas.” (ash-Shafat : 67)

 

Firman Allah ‘azza wajalla ini menunjukkan bahwa air yang sangat panas akan bercampur dengan zaqqum yang ada di dalam perut-perut mereka, maka jadilah makanan dan minuman itu bercampur di dalamnya.

لَشَوْباً مِنْ حَمِيم  Qatadah berkata, “Maksudnya adalah campuran dari air yang sangat panas.”3

Allah subhanahu wata’ala berfirman :

ثُمَّ إِنَّ مَرْجِعَهُمْ لإِلَى الْجَحِيمِ

“kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka Jahim.” (ash-Shafat:68) Yaitu setelah mereka memakan zaqqum  dan mereka meminum air yang sangat panas. Hal ini menunjukkan bahwa air yang sangat panas itu keluar dari neraka, lalu mereka meminumnya sebagaimana sekawanan unta meminum air. Kemudian setelah itu mereka dikembalikan lagi ke neraka Jahim. Dan yang menunjukkan hal ini pun firman Allah Ta’ala ini :

هَـذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِى يُكَذّبُ بِهَا الْمُجْرِمُونَ- يَطُوفُونَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ حَمِيمٍ ءانٍ

“Inilah neraka Jahannam yang didustakan oleh orang-orang berdosa. Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air mendidih yang memuncak panasnya.” (ar Rahman : 43-44)

Beberapa jenis makanan dan akibat yang dirasakannya

Allah ‘azza wajalla berfirman :

إِنَّ لَدَيْنَآ أَنكَالاً وَجَحِيماً – وَطَعَاماً ذَا غُصَّةٍ وَعَذَاباً أَلِيماً

Karena sesungguhnya pada sisi kami ada belenggu-belenggu yang berat dan neraka yang menyala-nyala. Dan makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.

 (Al-Muzammil 12-13)

 

Allah subhanahu wata’ala berfirman :

لَّيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلاَّ مِن ضَرِيعٍ – لاَّ يُسْمِنُ وَلاَ يُغْنِى مِن جُوعٍ

“Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.”

 (al-Ghasiyah: 6-7)

Ibnu Abbas berkata  وَطَعَاماً ذَا غُصَّةٍ“Yaitu duri yang menyumbat di kerongkongan, tidak masuk, tidak pula keluar.”4

Qatadah berkata مِن ضَرِيعٍ “Yaitu makanan yang paling kering dan paling busuk.”

Sa’id bin Jubair berkata, “(makanan) dari batu.”

Allah Ta’ala berfirman :

فَلَيْسَ لَهُ الْيَوْمَ هَـهُنَا حَمِيمٌ – وَلاَ طَعَامٌ إِلاَّ مِنْ غِسْلِينٍ – لاَّ يَأْكُلُهُ إِلاَّ الْخَـطِئُونَ

“Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini di sini. Dan tiada (pula) makanan sedikit pun (baginya) kecuali dari darah dan nanah.

Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.”

(al-Haqqah: 35-37)

 Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَالَ الْيَتَامَى ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ نَارًا وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيرًا

“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).”(an-Nisa:10)

 

Allah Ta’ala berfirman :

فَشَـرِبُونَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيمِ – فَشَـرِبُونَ شُرْبَ الْهِيمِ

“Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas.Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum.” (al-Waqi’ah: 54—55)

Allah Ta’ala berfirman :

وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا

“Mereka diberi air minum yang mendidih sehingga memotong usus-ususnya.” (Muhammad:15)

Allah Ta’ala berfirman :

لاَّ يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْداً وَلاَ شَرَاباً – إِلاَّ حَمِيماً وَغَسَّاقاً

“Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak  (pula mendapat) minuman selain air yang mendidih dan nanah.” (an-Naba’:24-25)

Allah Ta’ala berfirman :

هَـذَا فَلْيَذُوقُوهُ حَمِيمٌ وَغَسَّاقٌ – وَءَاخَرُ مِن شَكْلِهِ أَزْوَجٌ

“Inilah (azab neraka), biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka)air yang sangat panas dan air sangat dingin. Dan azab yang lain yang serupa itu berbagai macam.” (Shaad:57-58)

Allah Ta’ala berfirman :

وَيُسْقَى مِن مَّآءٍ صَدِيدٍ – يَتَجَرَّعُهُ وَلاَ يَكَادُ يُسِيغُهُ وَيَأْتِيهِ الْمَوْتُ مِن كُلِّ مَكَانٍ وَمَا هُوَ بِمَيِّتٍ وَمِن وَرَآئِهِ عَذَابٌ غَلِيظٌ

“Dia akan diberi minuman dengan air nanah, diminumlah air nanah itu dan hamper dia tidak bisa.” (Ibrahim: 16-17)

Allah Ta’ala berfirman :

وَإِنْ يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءَتْ مُرْتَفَقًا

“Dan jika mereka meminta minum niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.” (al-kahfi:29)

Ringkasnya, minuman para penghuni ada empat macam :

1.      Al-hamim,Yaitu air yang sangat panas yang benar-benar memuncak panasnya.

Dari Ibnu Zaid, dia berkata, “Hamim (air yang sangat panas) akan dicampur dengan nanah yang dikeluarkan  mata-mata mereka dan juga dicampur dengan campuran nanah dan darah yang keluar dari tubuh-tubuh mereka.”5

Syubaib berkata dari Ikrimah dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma “(حَمِيمٍ ءانٍ) yaitu air yang benar-benar mendidih.”

Dari Qatadah, “Yaitu air yang telah didihkan sejak Allah subhanahu wata’ala menciptakan langit-langit dan bumi. Allah Ta’ala berfirman :

تُسْقَى مِنْ عَيْنٍ آنِيَةٍ

“Diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas.” (al-Ghasiyah)

Mujahid berkata, “Telah kelewatan panasnya dan tiba waktu meminumnya.”

2.      Ghasaq, yaitu air yang sangat dingin yang tidak dapat diminum karena demikian dinginnya.

Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma dalam suatu riwayat darinya dan juga Mujahid telah menyatakan dengan tegas bahwa ghasaq di sini adalah air yang sangat dingin sekali. Hal ini telah ditunjukkan oleh firman Allah Ta’ala, Allah berfirman :

لاَّ يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْداً وَلاَ شَرَاباً – إِلاَّ حَمِيماً وَغَسَّاقاً

“Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak  (pula mendapat) minuman selain air yang mendidih dan nanah.” (an-Naba’:24-25)

Allah Ta’ala telah mengecualikan ghasaq dari kesejukan serta (mengecualikan) air yang sangat panas dari minuman.

Ada pula yang mengatakan bahwa ghasaq adalah air dingin yang berbau busuk. Kata ghasaq ini bukan berasal dari bahasa Arab. Ada pula yang mengatkan, bahasa Arab. Kata ini wazannya fa’al berasal dari kata ghasaqa yagsiqu. Al-ghaasiq adalah malam. Malam dinamai ghaasiq karena dinginnya udara waktu itu.

3.      As-Shadiid(nanah) [ia adalah cairan yang menyekat antara daging dan kulit. Kata ini dijadikan perumpamaan bagi makanan para penduduk neraka].

Mujahid rahimahullah berkata tentang firman Allah Ta’ala :

 

وَيُسْقَى مِن مَّآءٍ صَدِيد

Dia akan diberi minuman dengan air nanah, “yaitu nanah dan darah.”6

Qatadah berkata, “mengalir dari tempat antara daging dan kulitny.”7

Muslim telah mengeluarkan dalam kitab shahih-nya8 dari nabi shallallahu’alaihi wasallam :

إن على الله، عز وجل عهدا، لمن يشرب المسكر، أن يسقيه من طينة الخبال قالوا: يا رسول الله! وما طينة الخبال؟ قال عرق أهل النار. أو عصارة أهل النار

“Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla memiliki janji bagi orang yang meminum minuman-minuman yang memabukkan untuk member minum ‘thin al-khabal’ kepadanya.” Mereka (para sahabat bertanya), “Apa thin-alkhabal itu wahai Rasulullah?” beliau menjawab, “Keringat atau cairan dari perasan para penduduk neraka.”

At Tirmidzi telah mengeluarkan8 dari hadits Abdullah ibnu umar radhiallahu’anhuma, hadits yang semisalnya dari nabi shallallahu’alaihi wasallam, hanya saja dikatakan oleh bliau dari sungai Khobal. Ada yang bertanya, wahai Abu Abdirrahman, apakah sungai Khobal itu?” ia mengatakan, “(yaitu) sungai dari nanahnya para penduduk neraka.”

At-Tirmidzi berkata, “(Hadits ini)hasan.”

Abu Daud telah mengeluarkan9 dari hadits Ibnu Abbas dari Nabi shallallahu’alaihi wasallam hadits yang semisalnya.Beliau bersabda, “Dari Thinatul Khabal.” Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah thinatul khabal itu?” Beliau menjawab, “nanah para penduduk neraka.”

Dari Abdullah ibnu Amr radhiallahu’anhuma, di berkata, “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam berssabda:”

من حالت شفاعته دون حدٍّ من حدود اللّه، فقد ضادَّ اللّه، ومن خاصم في باطلٍ وهو يعلمه لم يزل في سخط اللّه حتى ينزع عنه، ومن قال في مؤمنٍ ما ليس فيه أسكنه اللّه ردغة الخبال حتى يخرج مما قال

“Barangsiapa mendapatkan pembelaanku pada selain batas dari batas-batas Allah Ta’ala, maka sungguh ia telah melawan Allah Ta’ala. Barangsiapa yang bertengkar dalam kebatilan, sedangkan ia mengetahuinya, maka ia akan terus meninggalkannya. Barangsiapa yang membicarakan tentang diri seorang mukmin dengan sesuatu yang tidak ada padanya, maka Allah Ta’ala akan menempatkannya di 888 al-Khabal hingga ia keluar dari apa yang ia katakana.” (Dikeluarkan oleh Ahmad (2/276) dan Abu Dawud (3597))

4.      Air seperti besi membara. Air ini menghimpun segala sifat-sifat yang mengerikan. Warnanya hitam, berbau busuk, kental lagi sangat panas.

Pada dahulu ada seorang yang berjalan, lalu ia melewati pohon anggur di sebuah desa bernama Thin Nabad, sepertinya di tempat itu biasa dibuat minum-minuman keras. Maka ia bersenandung,

 

“Di Thin nabad terdapat sebatang pohon anggur,

Tidaklah aku melewatinya kecuali aku merasa heran kepada

Orang-orang yang meminum air.”

Maka ada seorang yang menyahut, “Di dalam neraka Jahannam ada air yang diteguk oleh kerongkongan,

Maka ia tetap berada di dalam usus yang ada di dalam perut.”

 

1Sanadnya hasan,  telah disebutkan oleh Ibnu Hisyam dalam as Siroh dan dikeluarkan oleh al-Baihaqi dalam al-ba’ats (545). Ibnu Ishaq dalam kesempatan ini telah menyatakan dengan jelas bahwa ia telah mendengarkan hadits itu secara langsung, sehingga hadits ini berderajat hasan.

2Sanadnya shahih dan ia sebagai tafsir untuk ayat ini, demikian pula Ath Thabari telah mengeluarkannya (riwayat ini)

3Shahih dikeluarkan ole ath-thabari ketika menafsirkan ayat ini.

4Hasan dikeluarkan ole hath-Thabari ketika menafsirkan ayat ini, dan al-Hakim (502)

5Shahih dikeluarkan oleh ath Thabari ketika menafsirkan surat ash-Shafat ayat 67, ia berkata, “Al-hamim adalah air yang sangat panas, yaitu air yang dipanaskan dan memuncak panasnya.” Atsar-atsar ini tsabit sampai kepada orang-orang yang menyatakannya, dikeluarkan oleh ath_thabari dalam tafsir surat ar-Rahman ayat 24

6shahih dikeluarkan ath Thabari dalam tafsirnya ketika menafsirkan ayat ini sanadnya shahih.

7shahih dikeluarkan ath Thabari dalam tafsirnya

8 Shahih dikeluarkan at Tirmidzi no (1863) dan al-Baihaqi dalam asy-Syu’ab (5191). Sanad al-Baihaqi berderajat shahih.

9 Shahih lighairihi, dikeluarkan oleh Abu Dawud nomer (3680)

Disalin dari :

Kitab : As Shohiihul Mukhtar minat takhwiifu minannaar lil haavidz Ibnu Rajab_Abul Hasan Ali bin Ahmad bin Hasan Ar Razihi

Penerjemah : Abu Abdillah Salim

Judul Indonesia : Berdialog Dengan Neraka

Penerbit : Pustaka Salwa

*Dengan sedikit tambahan

Beri Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: